Pendidikan Pemilih


Salah satu penyebab utama tersendat-sendatnya proses reformasi untuk mewujudkan Indonesia yang demokratis adalah kurang terdidiknya mayoritas warga negara secara politik, Kurang terdidiknya warga negara secara politik ini, telah menyebabkan mereka cenderung pasif dan mudah dimobilisasi untuk kepentingan pribadi atau jabatan dari para elite politik. Lebih dari itu, mereka juga tidak bisa ikut mempengaruhi secara signifikan proses-proses pengambilan keputusan yang berkaitan erat dengan kehidupan mereka. Padahal, proses demokratisasi yang sehat mensyaratkan adanya partisipasi politik yang otonom dari warga negara. Partisipasi politik yang otonom ini, hanya dapat dimungkinkan jika warga negara cukup terdidik secara politik.

Pada 7 Juli lalu di Perpustakaan Nasional RI Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11 jakarta Pusat, KPU Jakarta melaksanakan workshop penyusunan modul pendidikan pemilih. Output dari workshop ini akan menjadi bahan dan acuan dalam melaksanakan voter educational yang dilaksanakan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dilingkungan Provinsi DKI Jakarta. Berikut dibahawah ini laporan dari pelaksanaan workshop tersebut:

TOR Workshop
laporan workshop
Materi DR. J. Kristiadi-Peneliti Senior CSIS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: